Minggu, 23 Juni 2019

PAK TONI MEMBUAT BLOG YANG GRATIS DENGAN MUDAH


Blog merupakan ‘versi lain’ dari web, biasanya bersifat lebih personal namun tidak terbatas oleh ruang lingkup tertentu. Artinya blog bisa membahas apapun, bersifat fleksibel dan menjadi tempat non formal untuk berbagi informasi. Blog itu tidak mahal, sobat Trenogoers yang ingin membuat blog gratisan, bisa kok, mau tau caranya? Coba ikuti panduan pemula berikut ini.
Di panduan pemula edisi minggu ini TRL akan pandu sobat yang ingin memiliki bloggratisan dari Blogger.com. Tanpa basa-basi lagi, yuk langsung masuk ke langkah pertama.
  • Buka halaman web Blogger.com, Anda akan menemukan halaman dengan tampilan seperti gambar di bawah ini. Jika Anda sudah memiliki akun Google, silahkan langsung login dengan memasukkan alamat email dan kata sandi di kotak yang sudah disediakan. Jika belum, silahkan klik Create an Account terlebih dahulu.
  • GAMBAR 1
  • Isi data dan informasi yang diminta lalu klik tombol Next Step, lakukan konfirmasi sesuai yang diminta, verifikasi biasanya meminta nomor ponsel Anda, ikuti saja prosedurnya hingga selesai.
  • GAMBAR 2
  • Selanjutnya kembali ke blogger.com dan login dengan akun yang baru saja Anda buat.
    • Saat berhasil masuk ke blogger.com temukan menu Blog Baru dan klik. Langkah ini sudah memasuki tahap pembuatan blog.
    • GAMBAR 3
    • Isi judul dengan judul apapun sesuai dengan konsep blog yang ingin Anda buat, kemudian masukkan alamat blog yang nantinya menjadi tujuan para pengunjung. Pilihlah nama yang mudah diingat dan semenarik mungkin. Lalu pilih template yang tersedia di dalam kolom tersebut, dan tutup dengan mengklik Buat Blog!
    • GAMBAR 4
    • Selesai! Blog Anda sudah berhasil dibuat, klik judul blog Anda untuk mengaksesdashboard secara terpisah.
    • GAMBAR 5
    • Di halaman ini Anda bisa mengisi blog dengan konten apapun selama dalam aturan yang sudah ditentukan. Pernah membuat pesan email atau Facebook, hampir sama tetapi di Blogger.com konten Anda akan terbuka dan dapat dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia, jadi pastikan konten atau artikel yang Anda tulis bermanfaat bagi pengunjung.
    • Buat artikel yang menarik, Anda bisa juga menambahkan gambar di dalam artikel agar lebih hidup. Coba perhatikan sejumlah menu di atas kotak artikel di halaman tersebut, saya yakin Anda dapat memahami dengan mudah apa kegunaan dari setiap tombol tersebut. Practices makes perfect! Jadi, silahkan menjejalah dengan menghabiskan waktu beberapa lama di dashboardblog Anda agar lebih cepat paham.
    • GAMBAR 7
    • GAMBAR 8
    • SUMBER :https://dailysocial.id/post/cara-membuat-blog-gratis-di-blogger-com
    • UNTUK MENAMBAH GAMBAR/FOTO CARANYA KLIK DI SINI 

NILAI MID SEMESTER DUA BAHASA INGGRIS STIK



1. MUS   60
2. SITI NUR   40
3. MUH NAJ  25
4. BIS             10
5. NAN           45
6.  ADI             50
7. KHUS         50
7. KH0I           60
8. LIA            30
9. ANI            35
10. MUH MUS  40
11. NUR        -
12. MA BAD   30
13 A KHA      30
14. ROS -


PENJELASAN JAWABAN KLIK DI SINI

TUGAS ANDA KLIK DI SINI

CARA MEMBUAT BLOG KLIK DI SINI

    

Selasa, 11 Juni 2019

KELUARGA KH MUWAFIQ




Perawakannya tinggi dan besar. Kulitnya coklat kehitaman. Rambutnya menjuntai melewati bahu, seringnya digelung ke belakang punggung, hingga nampak lebih rapi. Pakaiannya yang serba putih, mulai peci, baju, hingga sarung, cukup kontras dengan kulitnya yang kehitaman. Itulah gambaran sosok Kiai Ahmad Muwafiq.

Di era digital seperti saat ini, tak sulit menjumpai kiai kelahiran 2 Maret 1974 ini mengingat video dakwahnya yang beredar luas di Youtube dan facebook. Ketik saja Gus Muwafiq atau Kiai Muwafiq di mesin pencarian internet, anda akan menemukan videonya dengan mudah. Beberapa di antaranya bahkan viral termasuk saat mengomentari Ustad Evie yang menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad sebagai peringatan atas ‘Kesesatan Sang Nabi’.

Demikian Gus Muwafiq dikenal di era media sosial saat ini secara luas. Namun yang belum banyak diketahui tentang kiai nyentrik ini adalah proses sebelum pidato sang kiai ramai menghiasi media sosial, yang justru proses inilah yang membuatnya berbeda dengan ustad selebritis yang juga ramai seperti Ustad Evie, Hannan Attaqie dan ustad media sosial lainnya.

Dari kiai kampung ke kiai youtube

Jauh sebelum era medsos dimulai, kiai jebolan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 1990-2001 ini telah aktif melakukan dakwah di berbagai tempat di sekitar Yogyakarta, termasuk kawasan jawa tengah dan Jawa Timur. Selama itu pula jiwa sosialnya ditempa melalui organisasi kemahasiswaan; Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Ia juga sering terlibat aksi turun jalan menentang rezim otoritarian Suharto dan menuntut Reformasi.

Dalam urusan berdakwah, bapak empat orang putri ini termasuk kiai yang sangat konsisten menjalani peran sebagai dai. Di masa awal berdakwah, di mana era media sosial belum seramai hari ini, Kiai Muwafiq berkeliling dari satu pengajian ke pengajian lainnya dengan menggunakan motor roda dua. Jika tak ada jemputan, kiai ini lebih banyak mengendarai motornya menuju lokasi pengajian. 

“Seringnya beliau naik motor ke mana-mana. Biasanya ada yang nemenin bergantian,” ujar Gus Imdad, pengasuh salah satu pesantren di Wonosobo yang dulunya menemani Gus Muwafiq berdakwah. Gus Imdad dan rekan-rekannya kala itu saling bergantian mendapingi Gus Muwafiq menghadiri undangan pengajian. 

Zaman itu, lanjut Imdad tak ada peralatan elektronik seperti handphone dan tripod seperti saat ini yang perlu dibawa untuk merekam pengajian demi konsumsi dunia maya. Burhanuddin, santri lain yang kerap mendapingi saat ini mengungkapkan perbedaan cara mengantarkan kiai saat dulu dan sekarang.

“Biasanya kalau sekarang kami membawa handphone untuk live streaming atau merekam video untuk diupload ke Youtube dan Facebook,” tutur Burhan. Selain itu, para santri juga biasanya membawa sebuah kamera digital untuk mendapatkan kualitas gambar yang baik. “Sebagian itu juga inisiatif dari kami para santrinya,” kata dia.

Kiai Muwafiq sendiri pada dasarnya adalah kiai yang adaptif dan mengikuti deras perkembangan zaman. Di era digital seperti saat ini, Kiai Muwafiq dan santrinya menyadari perlunya mendokumentasi pengajian. Fenomena era digital saat ini tentu berbeda jauh dengan sepuluh tahun lalu, saat ia masih sering mengisi pengajian di tengah mahasiswa. 

Kala itu, Gus Muwafiq menggunakan metode yang dekat dengan kelompok mahasiswa, misalnya menyelingi pidatonya dengan permainan dan dentingan lagu-lagu perjuangan Iwan Fals, yang memang digemari mahasiswa kala itu. Sayangnya, tak banyak rekaman yang tersisa dari aktivitasnya di era awal 2000-an itu.

Yang tak terekam di youtube; tirakat puasa dan pintu rumah yang terbuka

Memang tak semua terekam di media sosial, termasuk bagaimana kiai melakoni tirakat puasanya yang bertahun-tahun. Tak ada kesaksian yang utuh di antara para santri mengenai berapa lama puasa yang dijalani sang kiai, sebagian mengatakan delapan tahun, sebagian lain bilang tujuh tahun. 

“Yang jelas, beliau sering bilang, seorang kiai iku minimal puasanya delapan tahun. Itu diluar puasa sunnah dan wajib seperti Puasa Ramadhan dan Senin-Kamis,” ujar Gus Imdad. Puasa tahunan ini juga di luar puasa sembilan bulan yang dilakoni setiap istrinya Nyai Ella, mulai mengandung hingga melahirkan. 

Kiai Muwafiq sendiri tak menghitung berapa tahun tepatnya Ia berpuasa. Justru yang sering dia katakan adalah pentingnya puasa. “Riyadloh (puasa) hukume ‘gak kenek dinyang’ (hukumnya tak bisa ditawar),” katanya. Dari ceritanya, kebiasaan riyadloh ini dijalaninya sambil melakukan aktivitas mahasiswa pada umunya termasuk sewaktu menggelar aksi demonstrasi di Yogyakarta hingga di Jakarta di masa Orde Baru. 

Kendati telah dikenal sebagai kiai yang ramai di era digital, tapi kebiasaan seorang kiai tak pernah lepas dari dirinya, terutama dalam menerima tamu di rumahnya secara offline. Bisa dikata, pintu rumahnya terbuka setiap saat. Jenis masalah yang dibawa para tamu juga beragam, mulai dari persoalan pribadi seperti jodoh, problem domestik keluarga, sampai sengketa politik dari level desa hingga nasional.

Rumahnya sendiri terbilang sederhana dengan ukuran yang tak begitu besar hanya sekitar 100 meter persegi. Di depan rumahnya terdapat beberapa ayam jago piaraannya yang dirawat dengan baik. Pada dindingnya yang berwarna kuning kehijauan terpampang foto-foto para kiai khos dan logo NU. Tak ada perabot mahal di sana. Namun justeru yang menarik adalah beberapa pedang yang menghiasi dinding. Dalam sebuah kesempatan sang kiai menceritakan kisah dibalik pedang-pedang itu yang terbilang unik.

Kiai Muwafiq sendiri memang memiliki sejumlah hobi sejak muda; memelihara ayam jago, mengoleksi pedang dan menyanyikan lagu perjuangan. Ketiga hobi ini di luar kebiasaannya melatih silat beberapa santrinya yang menguasai ilmu kanuragan. “Memang jadi kiai harus serbabisa, mulai dari urusan nyuwukorang kena santet, sampek urusan noto (menata) umat dan negoro (negara). Karena kita tidak tahu siapa dan situasi seperti apa yang akan kita hadapi. Dulu eranya demonstrasi sekarang eranya Youtube,” pungkas sang kiai berkelakar. (Ahmad Rozali)

PROFIL RINGKAS KH MUWAFIQ






K.H. Ahmad Muwafiq atau lebih dikenal dengan Kyai Muwafiq atau Gus Muwafiq (lahir di Lamongan02 Maret 1974; umur 45 tahun) adalah salah satu ulama Nahdlatul Ulama' (NU) yang berasal dari Sleman, Yogyakarta. Gus Muwafiq dikenal sebagai salah satu orator NU zaman sekarang karena kedalaman ilmu dan kemampuan orasi yang dimiliki. Selain ulama' yang faham ilmu agama, Gus Muwafiq juga mendalami berbagai ilmu lain, salah satunya ilmu sejarah dan peradaban yang disampaikan dengan bahasa yang lugas dan mudah diterima. Gus Muwafiq pernah menjabat sebagai asisten pribadi KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), termasuk saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia[1][2][3][4].
Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]
Gus Muwafiq merupakan santri yang sudah lama mengenyam pendidikan di beberapa pesantren. Sehingga pemahaman keagamaannya yang dimiliki sangat mumpuni dan khas dengan pemahaman Islam yang dianut mayoritas muslim Indonesia. Gus Muwafiq sangat sering membahas isu-isu terbaru dan memberikan penjelasan secara rinci yang mudah diterima[4].
Gus Muwafiq juga dikenal sebagai Kyai dengan pemahaman sejarah yang sangat mendalam, mulai sejarah peradaban manusia secara umum, sejarah Agama Islam pada masa kenabian, hingga sejarah Nusantara. Begitu pun sejarah agama Islam di Indonesia, mulai awal perkembangan hingga saat ini. Gus Muwafiq dapat menjelaskan dengan jelas dan mudah difahami tentang setiap maksud dan makna filosofis dari setiap ajaran dan anjuran para kyai tentang khas dakwah di Nusantara[2].
Gus Muwafiq memiliki ciri khas bersuara lantang dan berambut gondrong. Ia dikenal sebagai seorang orator sejak menjadi aktifis mahasiswa saat kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kaljaga Yogyakarta. Puncaknya, saat ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Mahasiswa Islam se-Asia Tenggara[2][5].
Saat ini Gus Muwafiq mengasuh salah satu pondok pesantren di daerah Sleman, Yogyakarta[6][7]. Meskipun jadwal pengajian yang harus dihadiri sangat padat, namun Gus Muwafiq tetap berusaha mengasuh santri-santrinya dalam konteks kehidupan pesantren.

MENGENAL LEBIH DEKAT KH MUWAFIQ




Gus Muwafiq, begitu biasa dikenal banyak orang, beralamat tinggal di Perum Jombor Pratama No. 19, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Dari jalan layang Jombor, turun ke bawah, ada Indomaret depan Terminal Jombor sekaligus pangkalan ojek. Dari situ masuk menuju Perumahan Jombor Baru lurus mentok, kemudian ke kanan 200an meter. Sebelum masjid/makam, ada perumahan. Depannya berdiri bendera hijau lambang Nahdlatul Ulama. Di situlah tempat tinggal Gus Muwafiq.
Nama lengkapnya Ahmad Muwafiq. Orang biasa menyebutnya Kiai Muwafiq, Gus Muwafiq atau Cak Afiq. Berbadan tinggi besar, kulitnya hitam kecoklatan dan berrambut gondrong. Ia dulu kuliah di IAIN Jogjakarta dan menadi aktivis pergerakan. Pernah menjadi Sekjend Mahasiswa Islam se-Asia Tenggara. Kemudian ketika Gus Dur menjadi presiden, ia menjadi asisten pribadinya.
Selain selesai dalam soal agama karena alumnus pesantren, ia dikenal luas pemahaman politik dan sejarahnya. Juga, terkenal jadug atau kebal. Konon, ketika Gus Dur akan dilengserkan pada Mei 2001, ia di depan pasukan berani mati, sendirian mengangkat mobil panser milik TNI dengan tangan kirinya. Peristiwa itu kemudian diabadikan oleh wartawan dan menjadi headline di Kompas.
Dai untuk Millenial Zaman Now
KH. Achmad Muwafiq, S.Ag.
Jika kamu – para generasi millenials – ingin mencari pendakwah Islam yang teduh, inspiratif dan kaya akan makna, namun juga santai (tidak radikal), ada banyak para dai atau pendakwah yang keren. Salah satunya adalah pendakwah kelahiran Lamongan, yang kini tinggal di Yogyakarta: Kiai Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq.
Jadi, jika kamu ingin ngaji online via YouTube, tak ada salahnya – baik sekali malah – jika kamu ketik di kolom pencarian YouTube dengan nama “Gus Muwafiq”, yang membahas pelbagai tema dan persoalan mutakhir. Mengapa Gus Muwafiq? Berikut beberapa alasan yang perlu menjadi pertimbangan. Sehingga, kamu menjadi lebih mantap dalam menyimaknya.
Pertama, santri yang mumpuni. Gus Muwaffiq merupakan santri yang sudah lama mengenyam pendidikan pesantren – sebuah lembaga pendidikan tertua di Indonesia – sehingga pemahaman keagamaan beliau mumpuni dan khas. Khasnya adalah pemahaman Islam yang dianut mayoritas muslim Indonesia. Muslim Indonesia merupakan muslim yang menganut madzhab empat, khususnya Imam Syafi’i yang lebih dominan. Selain itu, Islam jebolan pesantren terbukti mampu “kawin” dengan tradisi dan budaya Nusantara. Jadi, soal khasanah Islam dalam al-Quran, hadits maupun kitab-kitab klasik, beliau mumpuni.
Kedua, paham sejarah dan hafal. Gus Muwafiq merupakan sosok yang sadar dan paham sejarah. Mengapa sejarah penting? Karena dengan berpijak pada sejarah itulah kita umat Islam membangun masa depan. Dan beliau, paham sejarah baik dari teori penciptaan alam semesta, jaman nabi-nabi, sejarah Islam pasca Nabi Muhammad Saw., geo-ekopol Internasional, sampai sejarah Nusantara. Oh ya, hafalan beliau juga sangat kuat. Tidak hanya mengerti tetapi memahami. Berbagai silsilah keilmuan, tokoh maupun dinasti beliau hafal di luar kepala. Ini memudahkan kamu dalam mencerna pola-pola dalam belajar agama.
Ketiga, Mantan aktivis. Sebelum keliling dakwah seperti sekarang, beliau telah mumpuni menjadi aktivis kampus. Gus Muwafiq aktif di lingkaran PMII dan Mahasiswa NU. Pengembaran Intelektual dan “Jalanan”-nya beliau tempuh dari kota pelajar: di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sampai ke Mancanegara karena pernah menjadi Sekretaris Jenderal Mahasiswa Islam se-Asia Tenggara. Salah satu keunggulan aktivis muslim adalah tahu konsep (dan wacana Islam kontemporer), tahu medan, tahu peta politik, dan bergelut dengan realitas. Wajar kalau beliau – selain keliling Indonesia – juga sering diundang ceramah ke luar negari.
Keempat, humoris. Jangan heran kalau kamu berlama-lama menyimak pengajian beliau (entah online maupun offline), tak bosan karena pembawaannya yang kocak dan penuh dengan humor. Humor memang menjadi penting dalam suatu ceramah karena membuat jamaah tidak ngantuk, tidak jenuh dan menjadikan otak kembali fresh.
Kelima, mudah dicerna. Bahasa yang beliau gunakan adalah bahasa para audiens-nya. Jika di kampus dengan para mahasiswa atau akademisi, beliau bisa dengan bahasa ilmiah. Jika dengan masyarakat awam, beliau bisa cerita dengan nalar, tradisi dan psikologi umum masyarakat. Jika dengan para pemuda, beliau juga bisa santai dan tahu apa yang hits dan menjadi tantangan generasi muda hari ini. Meski demikian, dalam penggunaan bahasa Indonesia kadang beliau ada beberapa hal yang kurang (menurut saya). Dan ini pernah diakui beliau. Secara, beliau mengaku menggunakan bahasa Indonesia baru semenjak kuliah. Sebelum itu menggunakan bahasa Jawa, khususnya Jawa Timuran.
Itulah sekilas sosok Gus Muwafiq yang mungkin sedikit membantu memantapkan kamu para generasi millenials zaman now dalam memilih dai, jika ingin mendengarkan pengajian online via YouTube. Jangan sampai salah memilih pendakwah, karena akibatnya kamu bisa terprovokasi. Alih-alih mendapat ilmu, dapatnya malah kebencian (bahkan yang ekstrim) saling mengkafirkan sesama Islam. Jadi, selamat menikmati pengajian-pengajiannya!(Oleh: Ahmad Naufa KF/Syaroni As-Samfuriy)

INTI CERAMAH KH MUWAFIQ

SUMBER :