MONEY AND AIR.
By: Dr. Sigit Setyawadi SpOg
Years ago, my mentor chatted with me on the back porch of the
house in Batu. This is his second visit to my house to provide mentoring
directly to me and Mrs. Wati. From Jakarta by plane at your own expense, spend
2-3 days at home. At that time in his hand he had a large plastic bag, which we
usually use to cover the trash. Maybe he took it from the drawer in the
kitchen. He asked like this: "Mr. Sigit, now you can relax with me,
yesterday you practice, go to the office, play with children because of what?
Why can you do all that?"
I frowned because I did not understand the direction of his
conversation. Then he stood up and apologized to me. The crackle bag was slowly
connected to my head. I began to have trouble getting air. I am not trying to
remove the plastic because I believe in him. After a long time having difficulty
breathing, the bag was finally released from my head.
He sat back and asked again: "When the head was covered
by the bag, what did you think?"
I replied: "I just thought of how to get air".
He laughed and asked again: "Did you think about what
was delicious this morning? What then did we go? What would we do more?"
I answered according to what I was thinking: "All of
that is unthinkable. All that is thought about is how to get air".
Then he began to explain that at this time we CAN DO ANYTHING,
because air is very abundant around us, circulating in and out of our bodies.
If there is limited air, then our mind becomes limited too, namely how to get
air. For example when we sink, surely there are no other thoughts that appear
besides how to get air.
Money, too, is similar to air because without air we die,
without money we are half dead. If money can freely enter and exit our lives,
then we almost never think of money again. Our thoughts and attention can go to
other things. Conversely, if money is not free in and out because of small
income or large expenses, then we will only think HOW TO GET MONEY. Other
things will be eliminated from our minds.
That is the advice of my mentor. Now he joins WWF and is
free to be free in the forest for a wildlife rescue program. He is a very kind
person, sincerely guiding us both.
May be useful. 🙏
UANG DAN UDARA.
Oleh : dr. Sigit Setyawadi SpOg
Bertahun tahun lalu, mentor saya ngobrol dg saya di teras
belakang rumah di Batu. Ini adalah kunjungan beliau yg kedua ke rumah saya
untuk memberi mentoring secara langsung kepada saya dan bu Wati. Dari Jakarta
dengan pesawat biaya sendiri, bermalam 2-3 hari di rumah. Saat itu di tangan
beliau ada tas kresek besar, yg biasanya kami gunakan utk melapisi tempat
sampah. Mungkin beliau ambil dari laci di dapur. Beliau bertanya begini :"pak Sigit, sekarang
ini bapak bisa santai ngobrol dg saya, kemarin bapak praktek, ke kantor, main
dg anak karena apa ?. Mengapa bapak bisa melakukan semua itu ?".
Saya mengerutkan kening krn tidak mengerti arah pembicaraan
beliau. Kemudian beliau berdiri mendekat dan mohon maaf ke saya. Tas kresek
tadi pelan pelan diselubungkan ke kepala saya. Sayapun mulai kesulitan
mendapatkan udara. Saya tidak berusaha melepaskan plastik itu krn percaya pada
beliau. Setelah cukup lama kesulitan bernafas, tas kresek itu akhirnya
dilepaskan dari kepala saya.
Beliau duduk kembali dan bertanya lagi :"Pada waktu
kepala tertutupi tas tadi, apa yg bapak pikirkan?".
Saya jawab :"Saya hanya berpikir bagaimana caranya
untuk mendapatkan udara".
Beliau tertawa dan bertanya lagi :"Apakah tadi bapak
memikirkan enaknya pagi ini minum apa ya ?, kemudian kemana ya kita pergi ?,
mau melakukan apa lagi ?".
Saya jawab sesuai yg saya pikirkan :"Semua itu tidak
terfikirkan lagi. Yang terfikirkan hanyalah bagaimana cara mendapatkan
udara".
Kemudian beliau mulai menjelaskan bahwa saat ini kita BISA
MELAKUKAN APA SAJA, karena udara sangat berlimpah di sekitar kita, beredar dan
keluar masuk tubuh kita. Jika ada keterbatasan udara, maka pikiran kita menjadi
terbatas juga, yaitu bagaimana cara mendapatkan udara. Misalnya saat kita
tenggelam, pasti tidak ada pikiran lain yg muncul selain bagaimana cara
mendapatkan udara.
Uang juga demikian, sifatnya mirip dengan udara karena tanpa
udara kita mati, tanpa uang kita setengah mati. Jika uang bisa dengan bebas
keluar masuk kehidupan kita, maka kita nyaris tidak pernah memikirkan uang
lagi. Pikiran dan perhatian kita bisa ke hal hal lain. Sebaliknya jika uang
tidak bebas keluar masuk karena penghasilan kecil atau pengeluaran besar, maka
kita hanya akan berpikir BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG. Hal hal lain akan
tersingkir dari pikiran kita.
Itulah nasehat dari mentor saya. Sekarang beliau bergabung
dg WWF dan bebas merdeka di hutan untuk program penyelamatan satwa liar. Beliau
orang yg sangat baik, dengan tulus membimbing kami berdua.
Semoga bermanfaat. 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar