Rabu, 20 Mei 2020

MONEY AND AIR.




MONEY AND AIR.
By: Dr. Sigit Setyawadi SpOg

Years ago, my mentor chatted with me on the back porch of the house in Batu. This is his second visit to my house to provide mentoring directly to me and Mrs. Wati. From Jakarta by plane at your own expense, spend 2-3 days at home. At that time in his hand he had a large plastic bag, which we usually use to cover the trash. Maybe he took it from the drawer in the kitchen. He asked like this: "Mr. Sigit, now you can relax with me, yesterday you practice, go to the office, play with children because of what? Why can you do all that?"

I frowned because I did not understand the direction of his conversation. Then he stood up and apologized to me. The crackle bag was slowly connected to my head. I began to have trouble getting air. I am not trying to remove the plastic because I believe in him. After a long time having difficulty breathing, the bag was finally released from my head.

He sat back and asked again: "When the head was covered by the bag, what did you think?"

I replied: "I just thought of how to get air".

He laughed and asked again: "Did you think about what was delicious this morning? What then did we go? What would we do more?"

I answered according to what I was thinking: "All of that is unthinkable. All that is thought about is how to get air".

Then he began to explain that at this time we CAN DO ANYTHING, because air is very abundant around us, circulating in and out of our bodies. If there is limited air, then our mind becomes limited too, namely how to get air. For example when we sink, surely there are no other thoughts that appear besides how to get air.

Money, too, is similar to air because without air we die, without money we are half dead. If money can freely enter and exit our lives, then we almost never think of money again. Our thoughts and attention can go to other things. Conversely, if money is not free in and out because of small income or large expenses, then we will only think HOW TO GET MONEY. Other things will be eliminated from our minds.

That is the advice of my mentor. Now he joins WWF and is free to be free in the forest for a wildlife rescue program. He is a very kind person, sincerely guiding us both.

May be useful. 🙏

UANG DAN UDARA.
Oleh : dr. Sigit Setyawadi SpOg

Bertahun tahun lalu, mentor saya ngobrol dg saya di teras belakang rumah di Batu. Ini adalah kunjungan beliau yg kedua ke rumah saya untuk memberi mentoring secara langsung kepada saya dan bu Wati. Dari Jakarta dengan pesawat biaya sendiri, bermalam 2-3 hari di rumah. Saat itu di tangan beliau ada tas kresek besar, yg biasanya kami gunakan utk melapisi tempat sampah. Mungkin beliau ambil dari laci di dapur. Beliau  bertanya begini :"pak Sigit, sekarang ini bapak bisa santai ngobrol dg saya, kemarin bapak praktek, ke kantor, main dg anak karena apa ?. Mengapa bapak bisa melakukan semua itu ?".

Saya mengerutkan kening krn tidak mengerti arah pembicaraan beliau. Kemudian beliau berdiri mendekat dan mohon maaf ke saya. Tas kresek tadi pelan pelan diselubungkan ke kepala saya. Sayapun mulai kesulitan mendapatkan udara. Saya tidak berusaha melepaskan plastik itu krn percaya pada beliau. Setelah cukup lama kesulitan bernafas, tas kresek itu akhirnya dilepaskan dari kepala saya.

Beliau duduk kembali dan bertanya lagi :"Pada waktu kepala tertutupi tas tadi, apa yg bapak pikirkan?".

Saya jawab :"Saya hanya berpikir bagaimana caranya untuk mendapatkan udara".

Beliau tertawa dan bertanya lagi :"Apakah tadi bapak memikirkan enaknya pagi ini minum apa ya ?, kemudian kemana ya kita pergi ?, mau melakukan apa lagi ?".

Saya jawab sesuai yg saya pikirkan :"Semua itu tidak terfikirkan lagi. Yang terfikirkan hanyalah bagaimana cara mendapatkan udara".

Kemudian beliau mulai menjelaskan bahwa saat ini kita BISA MELAKUKAN APA SAJA, karena udara sangat berlimpah di sekitar kita, beredar dan keluar masuk tubuh kita. Jika ada keterbatasan udara, maka pikiran kita menjadi terbatas juga, yaitu bagaimana cara mendapatkan udara. Misalnya saat kita tenggelam, pasti tidak ada pikiran lain yg muncul selain bagaimana cara mendapatkan udara.

Uang juga demikian, sifatnya mirip dengan udara karena tanpa udara kita mati, tanpa uang kita setengah mati. Jika uang bisa dengan bebas keluar masuk kehidupan kita, maka kita nyaris tidak pernah memikirkan uang lagi. Pikiran dan perhatian kita bisa ke hal hal lain. Sebaliknya jika uang tidak bebas keluar masuk karena penghasilan kecil atau pengeluaran besar, maka kita hanya akan berpikir BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG. Hal hal lain akan tersingkir dari pikiran kita.

Itulah nasehat dari mentor saya. Sekarang beliau bergabung dg WWF dan bebas merdeka di hutan untuk program penyelamatan satwa liar. Beliau orang yg sangat baik, dengan tulus membimbing kami berdua.

Semoga bermanfaat. 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar